Pages

Tampilkan postingan dengan label Luna Maya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luna Maya. Tampilkan semua postingan

Luna Maya Bermodal Nekat Sutradarai film Pintu Harmonika

Setelah memiliki pengalaman yang sangat banyak di dunia seni peran sebagai seorang aktris, Luna Maya akhirnya mulai memberanikan diri untuk mencoba duduk di belakang layar sebagai seorang sutradara, lewat film yang berjudul Pintu Harmonika yang rencananya siap di rilis akhir tahun 2012.

Di film tersebut Luna tidak sendirian, dirinya juga menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma yang notabene belum memiliki pengalaman sebagai seorang sutradara dari sebuah layar lebar. Pintu Harmonika adalah film berjenis omnibus yang di dalamnya terdapat 3 cerita pendek. Setiap cerita di wakili oleh para sutradaranya yaitu Luna Maya (Skors), Ilya Sigma (otot), dan Sigi Wimala (Piano).

Meskipun sebelumnya Luna Maya sempat menjadi sutradara lewat sebuah proyek film pendek, namun di layar lebarnya ini, cewek kelahiran Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983 tersebut mengaku, hanya bermodal nekat demi menawarkan karya yang memiliki nuansa baru bagi para pecinta film Indonesia. Apa yang membuat Luna Maya nekat menjadi sutradara sekaligus produser di film Pintu Harmonika? Berikut adalah hasil wawancara eksklusif 21cineplex dengan Luna saat di temui di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat.

Apa alasan anda menggarap film omnibus Pintu Harmonika?
"Iya memang diakui sekarang lagi trend film dengan banyak cerita, tapi kali ini saya ingin membuat kisah yang tidak putus dengan genre yang beda. Saya dapat drama, Sigi mengangkat kisah Thriller, dan Ilya drama komedi. Kenapa saya pilih drama, karena sesuai dengan kehidupan saya yang drama banget. Selain itu masih belum ada yang mengangkat tema ruko dimana di dalamnya terdapat sebuah kehidupan."

Kenapa filmnya di beri judul Pintu Harmonika?
"Tadinya sempat mau di kasih judul Lantai Satu, tapi kesannya horor banget. Di setiap ruko tentu memiliki pintu dan di dalamnya memiliki kisah keluarga yang berbeda-beda. Makanya kami memilih judul itu yang menggambarkan tentang keindahan dalam sebuah kehidupan di dalam ruko."

Alasan Anda menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma dalam proyek layar lebar ini apa?
"Sebenarnya kita berlima tadinya, tapi akhirnya hanya bertiga. Kenapa kita bertiga, karena saya melihat mereka memiliki ambisi dan visi misi yang besar dalam dunia film. Makanya kenapa saya tidak pilih nama-nama yang sudah dikenal karena kita sendiri tidak akan tahu kalau tidak mencoba. Kita semua disini baru dan nggak ada yang saling menunjukkan. Kalau bukan sekarang ya kapanlagi."

Apa benang merahnya dari film ini dan apa kesulitannya?
"Justru nggak sulit karena film ini genre dan pemikirannya beda-beda. Benang merahnya kehidupan ruko sendiri, omnibus sekarang kan satu cerita selesai, kita juga sama sih kalau di potong ya selesai juga. Tapi disini ada cross antar pemain saya dengan Sigi serta Ilya karena tetanggaan. Ini mengisahkan 3 ruko yang tetanggaaan."

Alasan memilih genre drama, thriller, dan komedi di film Pintu Harmonika?
"Kita disini mengangkat tema anak-anak yang komersil. Thriller, romantic comedy, dan drama adalah genre yang paling sering di tonton oleh masyarakat."

Bisa ceritain sedikit nggak tentang bagian kisah Luna yang berjudul Skors, dan mengapa angkat cerita itu?
"Iya ini kisahnya tentang seorang pelajar yang suka membully teman-temannya. Setelah di skors baru deh ketahuan bagaimana kehidupan dia sebenarnya. Kenapa saya angkat kisah itu karena dulu saya suka membully orang juga sih."

Mengapa di kisah Skors anda menggunakan jasa Barry Prima?
"Nama Barry Prima tercetus dari suami Ilya (Putratama Tuta-red) sih. Sempet kepikiran aktor muda yang punya nama, tapi saya pikir ya udah di coba aja. Rasanya berkesan aja karena saya kan nonton film dia dari kecil dan waktu itu kan ganteng banget. Awal pendekatannya saya justru dapat nomor telefon anaknya, pas udah ketemu ternyata sosok Barry di luar dugaan saya karena dia sebenarnya kocak banget."

Bagaimana nih rasanya dan tantangannya mendirect aktor senior di film anda?
"Mendirect aktor senior kan nggak gampang, sempet ada rasa nggak pede dan takut juga. Takut di nilai, 'sutradara baru tahu apa sih.' Kalau tantangannya sih ini kan kisah drama tapi Barry sosoknya malah kaya preman, mungkin agak sulit untuk membuat Barry menjadi melow karena dia terbiasa di film laga. Dia sempat minta di kisahnya Ilya yang Otot karena dia menganggap masih berotot tuh ha ha ha."

Anda sempat bilang ini proyek nekat, kenapa?
"Ya ini first timer saya sebagai sutradara layar lebar dengan dana first timer juga tapi nggak ingin mengesampingkan kualitas. Kita juga di bantu oleh orang yang berpengalaman sih, jadinya sangat ngebantu banget."

Untuk urutan kisah di film Pintu Harmonika siapa dulu dan kenapa?
"Sepertinya Otot, Skor, baru deh Piano. Ini masih bisa berubah sih tergantung hasil diskusi nanti enaknya seperti apa. Tapi untuk sementara seperti itu dulu. Kita nggak masalah siapa yang dapat urutan pertama, kedua atau ketiga karena kita sepakat ini demi kebaikan filmnya sendiri bukan ego masing-masing." 

Hi5teria: Kisah Horor Segar Karya 5 Sutradara Muda

Alit Bagus Ariyadi
Histeria

Film Hi5teria adalah proyek layar lebar berjenis omnibus, di mana di dalamnya terdapat 5 kisah horor pendek dari 5 sutradara muda yaitu Pasar Setan (Adriyanto Dewo), Wajang Koelit (Chairun Nissa), Kotak Musik (Billy Christian), Palasik (Nicholas Yudifar), dan Loket (Harvan Agustriansyah).

Pasar Setan: Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Sari (Tara Basro) yang tersesat di hutan ketika sedang menuju puncak gunung Lawu. Hal serupa juga terjadi oleh Zul (Dion Wiyoko), di mana keduanya sempat bertemu dan terpisahkan oleh zona aneh yang dianggap sebagai pasar setan.

Wajang Koelit: Menceritakan tentang rasa ketertarikan turis bernama Nichole (Maya Otos) terhadap dunia wayang yang didalamnya terdapat unsur mistis. Semakin dirinya meneliti lebih dalam, tanpa dia sadari Nichole telah terjerumus kedalam dunia mistis wayang tersebut.

Kotak Musik: Farah (Luna Maya) adalah seorang ilmuwan muda yang sangat tidak mempercayai hantu dan aktifitas supranatural. Farah lebih memilih untuk mempercayai segala hal yang bersifat ilmiah ketimbang sesuatu yang berbau mistis. Namun pandangan Farrah tersebut mendadak berubah, setelah dirinya menemukan kotak musik misterius yang membuatnya selalu diganggu hantu anak kecil.

Palasik: Menurut cerita atau legenda dari Minangkabau, palasik adalah sejenis hantu yang berasal dari seorang manusia penganut ilmu hitam. Pada suatu ketika, seorang ibu yang sedang hamil tua bernama Vita (Imelda Therinne) tengah berlibur ke sebuah villa dengan sang suami serta anak tirinya bernama Novi (Poppy Sovia). Setibanya disana, Vita selalu diganggu oleh mahluk gaib Palasik dan berambisi untuk menguak misteri dibalik kejadian yang dia alami.

Loket: Seorang penjaga karcis parkir mobil basement selalu diganggu penampakan hantu wanita misterius, dimana dirinya terbawa oleh peristiwa pembunuhan yang mengerikan.


Secara keseluruhan, karya dari 5 sutradara muda pilihan Upi ini benar-benar menampilkan film pendek bergenre horor yang segar, dimana kelima cerita yang terdapat didalamnya adalah kisah-kisah yang belum pernah diangkat sebelumnya atau bahkan agak terlupakan.

Di film ini akan terlihat kalau unsur horor tidak juga harus digambarkan dalam keadaan gelap dan menampilkan sosok hantu. Selain itu, banyak hal mistis yang terdapat di kesenian dan legenda asli Indoensia serta di lingkungan terdekat kita yang diangkat di film Hi5teria.

Meskipun film Hi5teria diisi oleh 5 karya sutradara baru, namun aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya adalah para pelaku seni peran berpengalaman seperti Bella Esperance, Luna Maya, Dinda Kanya Dewi, Dion Wiyoko, Tara Basro, Sigi Wimala, Poppy Sovia, dan Imelda Therinne.

Sebagai film bergenre horor, Hi5teria diyakini memiliki kualitas dan unsur horor yang sangat mencekam. Dalam setiap plot yang berdurasi cukup singkat ini, para sutradara muda tersebut berhasil mempertontonkan horor yang berbeda sekaligus pesan yang ingin mereka sampaikan kepada masyarakat. Penasaran dengan kualitas film Hi5teria? jawabannya hanya bisa diketahui dengan menonton film produksi Starvision ini pada tanggal 29 Maret 2012.