Tidak dipungkiri, nama Joko Anwar di dunia perfilman Indonesia sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu sutradara yang sangat berbakat. Sebagian besar filmnya berhasil meraih prestasi yang membanggakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Setelah sukses merilis film Pintu Terlarang (2009), kini Joko sudah mulai mempersiapkan film terbarunya yang berjudul Modus Anomali yang dijadwalkan rilis pada tanggal 26 April 2012.
Di Modus Anomali, Joko juga kembali bekerjasama dengan produser Sheila Timothy yang sebelumnya juga sudah sukses berduet di film Pintu Terlarang. Berikut adalah hasil wawancara eksklusif tim 21cineplex.com dengan Joko Anwar saat ditemui di kantornya di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.
Bisa ceritakan bagaimana awalnya bisa tercetus untuk membuat film yang berjudul Modus Anomali?
"Ide film ini sebenarnya sudah ada sejak saya menggarap Janji Joni. Jadi di setiap film yang sedang saya kerjakan di kepala saya sudah ada ide untuk film berikutnya. Idenya sih sudah muncul di tahun 2006, tapi kalau untuk urusan nulis di laptop prosesnya sekitar seminggu sampai dua minggu".
Apakah ide film Modus Anomali terinspirasi dari cerita seseorang atau peristiwa tertentu?
"Saya sebenarnya itu kebanyakan berkhayal. Saya adalah seorang yang introvert walau keliatannya kaya orang yang gampang bergaul. Saya itu sering pergi sendri ke sesuatu tempat, dan lokasi yang paling sering saya datangi adalah stasiun kereta. Dari situ muncul deh ide-ide cerita. Sama halnya ketika saya duduk di cafe, saya selalu perhatiin orang-orang yang ada disana dan ide itu tiba-tiba muncul aja".
Kenapa anda memberi judul film ini Modus Anomali?
"Karena itu sesuai dengan ceritanya. Selain itu, judulnya juga kami anggap sangat catchy dan memiliki makna khusus yang sebetulnya bisa menjadi clue dari filmnya."
Anda dan Sheila Timothy sudah bekerjasama di film sebelumnya. Kini anda memutuskan untuk kembali berduet, apa alasannya?
"Alasannya ya karena kita punya banyak kesamaan dalam berbagai hal, jadi kita seperti sudah sama-sama tahu tanpa harus dikomunikasikan".
Apakah ada kontrak atau perjanjian diantara kalian untuk bekerjasama dalam beberapa proyek film?
"Nggak ada kontrak sih, ya kita jalanin aja seperti biasanya".
Di film Modus Anomali ada beberapa bintang yang sudah berpengalaman bermain di film anda, apakah itu sengaja atau tetap ada proses casting?
"Semuanya tetap melalui tahap audisi, waktu itu kita buka audisi besar-besaran untuk yang sudah punya nama maupun yang belum punya nama. Kita umumkan audisi lewat Facebook dan Twitter, waktu ada sekitar 500 orang yang ikut audisi. Dari situ terpilih lah Rio, Surya, dan ada beberapa tokoh yang baru di dunia film".
Di Pintu Terlarang, Rio mendapat porsi yang sedikit, tapi kali ini dia menjadi bintang utamanya, apa alasan anda?
"Sederhana sih ya, karena kami anggap dia yang paling cocok dengan peran itu. Dari hasil audisi juga sudah kelihatan".
Kenapa beberapa film yang anda buat selalu diikut sertakan dalam sebuah festival di luar negeri sebelum rilis di Indonesia?
"Sebenarnya sih hampir barengan dan nggak di sengaja aja. Kebetulan pas dengan jadwal festivalnya. Kita nggak mengajukan diri tapi justru mereka yang meminta, kalau dibilang strategi sih ada, tapi bukan maunya kita untuk mendahulukan festival lebih dulu ketimbang rilis disini".
Apa pertimbangan awal anda sebelum membuat film?
"Saya bikin film bukan buat festival, saya kan berangkat bukan dari sekolah film dan sebagainya. Saya hanya berasal dari penyuka film dan gampang bosen jika nonton film. Oleh sebab itu saya memposisikan sebagai penonton yang ingin merasa nggak bosen ketika menonton sesuatu. Intinya saya selalu buat film untuk penonton yang seperti saya dan pastinya bukan buat ego".
Apakah anda tergolong sineas idealis atau mainstream?
"Idealis dan mainstream bagi saya adalah dua kata yang menjebak. Bagi yang merasa dirinya mainstream, pasti dia akan buat film yang komersil dan komersil. Tapi kalau yang menganut film maker art, dia juga akan buat film yang paling aneh. Saya sifatnya hanya menjunjung kejujuran, ada sebuah cerita, ya saya ceritakan apa adanya dan nggak saya susah-susahin. Film Janji Joni dan sebagainya nggak ada yang saya gaya-gayain.
Anda kan sudah berhasil meraih berbagai macam prestasi di dunia film, apa kunci suksesnya?
"Sebagai sutradara salah satu tanggung jawabnya adalah mengembalikan uang investor. Oleh sebab itu, dalam membuat film kita ingin selalu menyampaikan sesuatu yang jujur dan sekomunikatif mungkin. Kalau filmnya sederhana ya sederhana aja, saya percaya kalau buat film yang jujur, itu sudah 80 persen film kita bisa dilirik penonton"
Setelah sukses merilis film Pintu Terlarang (2009), kini Joko sudah mulai mempersiapkan film terbarunya yang berjudul Modus Anomali yang dijadwalkan rilis pada tanggal 26 April 2012.
Di Modus Anomali, Joko juga kembali bekerjasama dengan produser Sheila Timothy yang sebelumnya juga sudah sukses berduet di film Pintu Terlarang. Berikut adalah hasil wawancara eksklusif tim 21cineplex.com dengan Joko Anwar saat ditemui di kantornya di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.
Bisa ceritakan bagaimana awalnya bisa tercetus untuk membuat film yang berjudul Modus Anomali?
"Ide film ini sebenarnya sudah ada sejak saya menggarap Janji Joni. Jadi di setiap film yang sedang saya kerjakan di kepala saya sudah ada ide untuk film berikutnya. Idenya sih sudah muncul di tahun 2006, tapi kalau untuk urusan nulis di laptop prosesnya sekitar seminggu sampai dua minggu".
Apakah ide film Modus Anomali terinspirasi dari cerita seseorang atau peristiwa tertentu?
"Saya sebenarnya itu kebanyakan berkhayal. Saya adalah seorang yang introvert walau keliatannya kaya orang yang gampang bergaul. Saya itu sering pergi sendri ke sesuatu tempat, dan lokasi yang paling sering saya datangi adalah stasiun kereta. Dari situ muncul deh ide-ide cerita. Sama halnya ketika saya duduk di cafe, saya selalu perhatiin orang-orang yang ada disana dan ide itu tiba-tiba muncul aja".
Kenapa anda memberi judul film ini Modus Anomali?
"Karena itu sesuai dengan ceritanya. Selain itu, judulnya juga kami anggap sangat catchy dan memiliki makna khusus yang sebetulnya bisa menjadi clue dari filmnya."
Anda dan Sheila Timothy sudah bekerjasama di film sebelumnya. Kini anda memutuskan untuk kembali berduet, apa alasannya?
"Alasannya ya karena kita punya banyak kesamaan dalam berbagai hal, jadi kita seperti sudah sama-sama tahu tanpa harus dikomunikasikan".
Apakah ada kontrak atau perjanjian diantara kalian untuk bekerjasama dalam beberapa proyek film?
"Nggak ada kontrak sih, ya kita jalanin aja seperti biasanya".
Di film Modus Anomali ada beberapa bintang yang sudah berpengalaman bermain di film anda, apakah itu sengaja atau tetap ada proses casting?
"Semuanya tetap melalui tahap audisi, waktu itu kita buka audisi besar-besaran untuk yang sudah punya nama maupun yang belum punya nama. Kita umumkan audisi lewat Facebook dan Twitter, waktu ada sekitar 500 orang yang ikut audisi. Dari situ terpilih lah Rio, Surya, dan ada beberapa tokoh yang baru di dunia film".
Di Pintu Terlarang, Rio mendapat porsi yang sedikit, tapi kali ini dia menjadi bintang utamanya, apa alasan anda?
"Sederhana sih ya, karena kami anggap dia yang paling cocok dengan peran itu. Dari hasil audisi juga sudah kelihatan".
Kenapa beberapa film yang anda buat selalu diikut sertakan dalam sebuah festival di luar negeri sebelum rilis di Indonesia?
"Sebenarnya sih hampir barengan dan nggak di sengaja aja. Kebetulan pas dengan jadwal festivalnya. Kita nggak mengajukan diri tapi justru mereka yang meminta, kalau dibilang strategi sih ada, tapi bukan maunya kita untuk mendahulukan festival lebih dulu ketimbang rilis disini".
Apa pertimbangan awal anda sebelum membuat film?
"Saya bikin film bukan buat festival, saya kan berangkat bukan dari sekolah film dan sebagainya. Saya hanya berasal dari penyuka film dan gampang bosen jika nonton film. Oleh sebab itu saya memposisikan sebagai penonton yang ingin merasa nggak bosen ketika menonton sesuatu. Intinya saya selalu buat film untuk penonton yang seperti saya dan pastinya bukan buat ego".
Apakah anda tergolong sineas idealis atau mainstream?
"Idealis dan mainstream bagi saya adalah dua kata yang menjebak. Bagi yang merasa dirinya mainstream, pasti dia akan buat film yang komersil dan komersil. Tapi kalau yang menganut film maker art, dia juga akan buat film yang paling aneh. Saya sifatnya hanya menjunjung kejujuran, ada sebuah cerita, ya saya ceritakan apa adanya dan nggak saya susah-susahin. Film Janji Joni dan sebagainya nggak ada yang saya gaya-gayain.
Anda kan sudah berhasil meraih berbagai macam prestasi di dunia film, apa kunci suksesnya?
"Sebagai sutradara salah satu tanggung jawabnya adalah mengembalikan uang investor. Oleh sebab itu, dalam membuat film kita ingin selalu menyampaikan sesuatu yang jujur dan sekomunikatif mungkin. Kalau filmnya sederhana ya sederhana aja, saya percaya kalau buat film yang jujur, itu sudah 80 persen film kita bisa dilirik penonton"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar