Pages

Bunraku: Siklus Pertikaian Antarumat Manusia

Bunraku

Konflik sudah tercipta sejak makhluk hidup ada di bumi. Mulai dari perebutan jatah makanan, wilayah, kekuasaan dan sebagainya. Semakin berkembangnya zaman, perlengkapan konflik pun kian beragam, mulai dari batu, busur, pedang, pistol, hingga nuklir. Perjanjian antarnegara mengenai pengaturan atau peredaran senjata, ternyata tidak menyurutkan konflik di antara sesama manusia dan berkesan kembali ke zaman dulu dengan konsep siapa yang terkuat maka dia yang berkuasa.

Nicola alias The Woodcutter, dikenal sebagai penguasa Timur Atlantik karena jerih payahnya yang selalu menjadi pemenang dari berbagai pertarungan tanpa menggunakan senjata. Sebagai penguasa, Nicola selalu didampingi oleh sembilan anak buah terkuat untuk mengontrol wilayah jajahannya tersebut, sekaligus mempertahankan nama besar dirinya sebagai pembunuh nomor 1.

Ketenangan Nicola mulai terusik dengan kehadiran dua pemuda asing di wilayahnya yang masing-masing memiliki tujuan sama namun berbeda latar belakang. Keduanya bertujuan memburu Nicola dan mengubah sistem kekuasaan yang selama ini dikuasainya untuk dikembalikan ke rakyat. Tentunya usaha itu tidaklah mudah dan banyak menjatuhkan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Film garapan sutradara Guy Moshe ini tidak membosankan. Selain memiliki cerita yang bagus dan menegangkan, penonton juga akan terhibur dengan visual dari film Bunraku yang menyajikan begitu banyak warna-warna cerah sehingga berkesan sedang membaca komik klasik. Kisah dari film Bunraku sangatlah imajinatif serta dipadu dengan kualitas akting para pemainnya yang maksimal. Setiap peran yang ditampilkan dikemas secara hati-hati, natural, dan dipresentasikan dengan sangat apik.

Selain itu, para pentonton tentunya akan mendapat suguhan yang berkualitas dari bintang-bintang ternama di film ini seperti Josh Hartnett, Gackt, Woody Harrelson, Ron Perlman, Kevin McKidd, dan Demi Moore. Adegan perseteruan dan perkelahian di film Bunraku juga sangat unik karena berhasil memadukan gaya Barat serta Timur yang ditampilkan dari dua pemuda asing yang jago berkelahi tersebut.

Meskipun plot dari film ini tidak banyak flash back, namun penggunaan narasi di layar lebar tersebut sangat membantu untuk menjelaskan latar belakang kekacauan yang disebabkan oleh Nicola. Pesan di film ini juga sangat mengena, dimana sosok pahlawan itu tidak dari sosok yang terkuat namun bisa juga dari sekedar membuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, film ini patut untuk ditonton terlebih lagi bagi yang menggemari layar lebar seperti Sin City (2005), Kill Bill (2003), dan Dark City (1998).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar