Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Repertoar Gandamayu yang diangkat dari novel Gandamayu karya Putu Fajar Arcana dipentaskan. Persembahan Arcana Foundation dan Teater Garasi dengan dukungan dari Djarum Apresiasi Budaya ini dipentaskan selama dua hari, yaitu 4-5 September 2012, sekaligus sebagai bagian dari rangkaian acara ulang tahun GKJ yang ke-25. Sebelumnya, pada tanggal 3 September 2012, diadakan media preview dan peluncuran Gandamayu yang secara simbolik diserahkan Agung Adi Prasetyo selaku CEO Kompas-Gramedia yang menerbitkan novel tersebut kepada Can, panggilan akrab Putu Fajar Arcana.
Repertoar Gandamayu sendiri berkisah tentang Uma, istri Siwa. Di saat Siwa menderita sakit, Uma ditugaskan turun ke Bumi untuk mencari susu dari sapi putih. Di saat hampir patah arang, Dewi Uma bertemu dengan seorang gembala yang memiliki sapi putih. Namun, gembala tersebut meminta imbalan bila Dewi Uma menginginkan susu sapinya, yaitu tidur dengannya. Demi keselamatan suaminya, Dewi Uma pun menyanggupi tanpa sadar bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan Dewa Siwa. Karena dianggap tidak setia, Dewi Uma kemudian dikutuk menjadi Durga dan harus menghuni hutan kuburan Gandamayu.

Selain mengangkat lakon Dewi Uma, di dalam Repertoar Gandamayu tersebut juga disinggung perihal kisah Sudamala, sebuah mitologi yang hidup di pulau Jawa dan Bali. Dalam kosmologi Jawa sendiri, kisah Sudamala adalah kisah yang terdapat di relief-relief candi, seperti Sukuh dan Tigawangi. Selain itu, kisah ini juga dianggap sakral dan digunakan untuk upacara ruwatan, bahkan membacanya saja sudah termasuk ke dalam proses ruwatan. Karena itu, mitologi ini bisa dikatakan memiliki posisi yang cukup penting di antara mitologi-mitologi yang hidup dan berkembang di tanah Jawa dan Bali.
Lakon ini sendiri didukung oleh berbagai pemain teater senior, seperti Landung Simatupang, Whani Darmawan, Ine Febriyanti, dan Ayu Laksmi dengan penyutradaraan dipegang oleh Yudi Ahmad Tajudin dan Gunawan Maryanto. [Dhanny]
Repertoar Gandamayu sendiri berkisah tentang Uma, istri Siwa. Di saat Siwa menderita sakit, Uma ditugaskan turun ke Bumi untuk mencari susu dari sapi putih. Di saat hampir patah arang, Dewi Uma bertemu dengan seorang gembala yang memiliki sapi putih. Namun, gembala tersebut meminta imbalan bila Dewi Uma menginginkan susu sapinya, yaitu tidur dengannya. Demi keselamatan suaminya, Dewi Uma pun menyanggupi tanpa sadar bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan Dewa Siwa. Karena dianggap tidak setia, Dewi Uma kemudian dikutuk menjadi Durga dan harus menghuni hutan kuburan Gandamayu.
Selain mengangkat lakon Dewi Uma, di dalam Repertoar Gandamayu tersebut juga disinggung perihal kisah Sudamala, sebuah mitologi yang hidup di pulau Jawa dan Bali. Dalam kosmologi Jawa sendiri, kisah Sudamala adalah kisah yang terdapat di relief-relief candi, seperti Sukuh dan Tigawangi. Selain itu, kisah ini juga dianggap sakral dan digunakan untuk upacara ruwatan, bahkan membacanya saja sudah termasuk ke dalam proses ruwatan. Karena itu, mitologi ini bisa dikatakan memiliki posisi yang cukup penting di antara mitologi-mitologi yang hidup dan berkembang di tanah Jawa dan Bali.
Lakon ini sendiri didukung oleh berbagai pemain teater senior, seperti Landung Simatupang, Whani Darmawan, Ine Febriyanti, dan Ayu Laksmi dengan penyutradaraan dipegang oleh Yudi Ahmad Tajudin dan Gunawan Maryanto. [Dhanny]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar