Pages

Mother's Day: Aksi Teror dari Sosok Ibu yang Diktator

Mothers Day
Ketika tiga bersaudara yang terdiri dari Ike (Patrick Flueger), Addley (Warren Kole) dan Johnny (Matt O'Leary) gagal merampok sebuah bank, mereka pun terpaksa mencari perlindungan dan kembali ke rumah ibunya yaitu Natalie Koffin (Rebecca De Mornay) yang tinggal bersama adik perempuannya bernama Lydia Koffin (Deborah Ann Woll). Namun ketika mereka sampai disana, rumah itu sudah tidak bisa dikenali karena sudah berpindah tangan. Natalie terpaksa melelang rumahnya tersebut karena tidak memiliki uang untuk biaya hidup.
Adalah pasangan suami istri Daniel Sohapi (Frank Grillo) dan Beth Sohapi (Jaime King) yang kini menempati rumah baru milik Natalie. Saat Ike, Addley dan Johnny menyambangi rumah tersebut, Daniel dan Beth sedang berpesta di ruangan bawah bersama teman-temanya antara lain George (Shawn Ashmore), Julie Ross (Lisa Marcos), Treshawn (Lyriq Bent), Gina (Kandyse McClure), Melissa (Jessie Rusu), Annette (Briana Evigan) dan Dave (Tony Nappo). Tentu saja kehadiran mereka merusak pesta di rumah keluarga Sohapi dan merubahnya menjadi tahanan rumah.

Keadaan semakin rumit ketika Natalie mengetahui kalau selama ini kiriman uang hasil rampokan ketiga putranya itu sampai ke rumah lama mereka yang telah dihuni Daniel dan Beth. Melihat luka Jhonny yang semakin parah dan menjadi buronan polisi, keluarga Koffin membutuhkan uangnya tersebut untuk pergi ke luar negeri. Permasalahan yang mereka hadapi lambat laun bukan hanya mengenai uang saja, melainkan ke permasalahan keluarga Natalie dan Daniel.

Terkecoh oleh judul, mungkin menjadi kata pertama yang diucapkan oleh penonton saat melihat film ini khususnya bagi mereka yang belum membaca reviewnya. Sekilas orang akan menilai kalau ini adalah film drama keluarga yang manis dan harmonis di hari ibu. Namun itu tidak sepenuhnya benar dan juga salah, film ini memang mengisahkan tentang sebuah keluarga tapi jauh dari kesan harmonis.

Keluarga yang dibentuk oleh Natalie sangatlah kompak, tapi sayangnya mereka diajarkan untuk menjalani kehidupannya di jalur yang salah. Ike, Addley, Johnny dan Lydia tidak pernah menjalani pendidikan di sekolah umum seperti anak-anak yang lain, satu-satunya ilmu yang bisa mereka dapatkan hanyalah dari Natalie. Oleh sebab itu, meskipun mereka sudah beranjak dewasa, Ike, Addley, Johnny dan Lydia masih sangat bergantung dengan ajaran serta perintah dari ibunya. Untuk membiayai hidup keluarga, Ike, Addley dan Johnny diwajibkan merampok sedangkan Lydia fokus melakukan pekerjaan rumah.

Perlahan namun pasti, film garapan sutradara SAW II (2005), SAW III (2006) dan SAW IV (2007) ini, mulai menunjukkan kesadisan yang ditampilkan lewat peran Natalie. Dengan alasan bertahan hidup dan disiplin, Natalie menghalalkan segala cara demi kesejahteraan keluarganya. Begitu besarnya ambisi Natalie dalam membina keluarga, ia bahkan mengetahui 'kebusukan' di dalam rumah tangga Beth dan Daniel.

Mothers Day dinilai sangat sukses menampilkan unsur ketegangan yang mencekam sejak durasi awal diputar. Penonton akan dimanjakan dengan aksi-aksi memilukan lewat berbagai adegan pembunuhan menggunakan pisau serta penyiksaan yang dilakukan oleh keluarga Koffin. Secara keseluruhan, film yang berdurasi 112 menit sangat layak ditonton bagi pecinta film thriller, khususnya penggemar berat layar lebar SAW garapan sutradara Darren Lynn Bousman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar