Pages

HAYWIRE

Pertanyaan paling besar sebelum dan sesudah menyaksikan film ini adalah; siapa sebenarnya Gina Carano, pemeran utama film ini? Carano adalah salah satu petarung di ajang Mixed Martial Arts (MMA) khusus wanita dengan rekor yang nyaris sempurna. Ditambah wajah cantiknya, Carano di tahun 2008 bahkan menjadi salah satu wanita paling banyak di cari gambarnya via Yahoo! dan Google.

Keindahan tubuhnya pun diakui publik saat tampil di majalah olahraga dan majalah khusus pria. Dengan dihentikannya pertarungan MMA wanita, Carano yang telah berusia 29 tahun ini mulai alih profesi menjadi bintang layar kaca dan kini, layar lebar. Sempat tampil sekilas dalam film direct to video, ia langsung diserahi peran utama oleh sineas Steven Soderbergh dalam film Haywire ini.

Carano berperan sebagai Mallory Kane, seorang agen lapangan sebuah agensi swasta yang dikontrak oleh pemerintah untuk melakukan berbagai operasi rahasia. Film dibuka dengan adegan Mallory yang bertemu dengan Aaron (Tatum), seorang koleganya, di sebuah tempat makan terpencil. Adegan yang berubah menjadi aksi baku pukul seru tersebut, berakhir dengan perginya Mall bersama salah satu pengunjung restoran bernama Scott (Angarano).

Dalam mobil, Mall mengisahkan siapa dirinya sebenarnya serta apa yang telah terjadi hingga ia harus berkelahi dengan Aaron. Alkisah, dalam tugas terakhirnya, ia dijebak dan di tuduh menghabisi nyawa orang yang diselamatkannya. Mall pun mengamuk dan mencari tahu siapa orang yang bertanggung jawab.

Penyelidikannya dimulai dari partner terakhirnya yaitu Paul (Fassbender), yang kemudian malah mencoba membunuhnya. Lolos dari situ, ia harus berhadapan dengan serombongan pembunuh terlatih suruhan Kenneth (McGregor), atasannya sendiri. Mallory kemudian menghubungi penghubung agensi tempatnya bekerja, agen pemerintah bernama Coblenz (Douglas), untuk mengetahui keberadaan Kenneth. Darinya Mal tahu bahwa kini ayahnya yang seorang penulis bernama John Kane (Paxton) berada di posisi sulit karena dijadikan barter untuknya, dalam konspirasi maut yang berpangkal pada agen pemerintah Mexico bernama Rodrigo (Banderas).

Kisah rumit yang saling berhubungan, adalah ciri khas Soderbergh dalam hampir seluruh film-filmnya. Penonton yang hanya mengharapkan aksi-aksi dahsyat Carano menggebuk lawan-lawannya, mungkin akan sedikit kecewa karena pola bertutur yang diperlihatkan Soderbergh. Ia membuat banyak hal sederhana menjadi rumit, mengapungkan hal-hal yang tidak penting namun seolah kebalikkannya, serta dialog-dialog yang menurut sebagian besar penonton tak bermakna.

Banyaknya distraction jelas melukai keasyikkan menonton, namun di sisi lain, justru menjadikan film ini unik. Dengan tone warna relatif datar serta penataan musik yang tidak terlalu menghentak, Haywire tidak menunjukkan dirinya sebagai film action, dan berada di tengah-tengah seri film Bourne dan Enemy of the State.

Namun dengan segala ketanggungannya, fokus penonton bakal tetap berada pada sosok Carano yang tendangan, pukulan dan jepitannya amat mematikan. Setelah ini ia siap tampil di film In The Blood garapan sutradara John Stockwell, masih bergenre action, dan amat dinantikan kehadirannya. Ia mungkin belum fasih mengujarkan dialog-dialognya, berekspresi dan kurang memahami dasar-dasar berakting. Tapi paling tidak Carano telah mengisi kekosongan heroine yang benar-benar bisa menerjemahkan kalimat beauty that kills.

Kehadiran setengah lusin bintang terkenal dalam film pertamanya ini, entah dengan alasan apa, dipastikan akan berpengaruh baik terhadap kariernya kelak. Haywire mungkin tidak bisa dinikmati semua orang, tapi Carano adalah feast in the eye of the wolves.

Pemain: 5/10
Cerita: 4/10
Ending: 5/10
Keseluruhan: 5/10
Pemain:
Gina Carano,
Michael Fassbender,
Ewan McGregor,
Bill Paxton,
Channing Tatum,
Antonio Banderas,
Michael Douglas,
Michael Angarano
Sutradara:
Steven Soderbergh
Naskah:
Lem Dobbs
Distributor:
Relativity Media
Tanggal rilis:
20 Januari 2012
Durasi:
93 menit
Bujet:
$23 juta
US Opening:
$8,425,370

Tidak ada komentar:

Posting Komentar